Di Bali, di mana para dewa telah lama membisu, sebuah altar baru telah dibangun dari dosa dan sampah. Dari jantungnya yang beracun, bangkitlah sosok dewi yang tak pernah tertulis dalam lontar kuno. Kulitnya adalah mozaik kantong kresek, matanya pecahan botol bir yang retak. Rambutnya adalah jalinan kabel dan jaring hantu yang meneteskan lindi, antitesis dari air suci. Mereka menamainya Dewi Sampah. la tidak datang untuk memberkati. la datang untuk menari, sebuah tarian pralina yang sunyi di atas surga yang sekarat. Saat tariannya meretakkan cermin peradaban, satu pertanyaan menggema dalam ketakutan: Bagaimana cara menyucikan dewi yang lahir dari najis dosamu sendiri?
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.