Di negara sedang berkembang pun terdapat masalah lingkungan yang tidak kalah parahnya dengan negara maju. Misalnya di Kota Sao Paulo, Brazil dan banyak Kota di China terjadi pencemaran udara yang cukup parah. DI Los Angeles terjadi asap tebal. Di Amerika terjadinya proses pengguguran daun sehingga menyebabkan gurun pasir bertambah luas. Jumlah limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) makin bertambah yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Walaupun air raksa (merkuri) di dalam air laut semula rendah, organisme tertentu dapat menimbun merkuri yang diserapnya dari lingkungannya ke dalam tubuhnya. Peristiwa ini disebut bioakumulasi. Kadar tersebut makin lama dapat menjadi makin tinggi dalam nanti makan dari flankton sampai ke ikan. Dalam ekologi rantai makan-memakan disebut rantai makanan dan masing-masing mata rantai disebut tingkat tofik. Rantai makanan berlanjut dengan dimakannya ikan oleh burung, kucing dan manusia. Dengan demikian burung, kucing dan manusia yang menempati tingkat trofik tinggi dapat menimbun merkuri sampai tingkat yang beracun. Karena itu gejala penyakit minamata tidak hanya terdapat pada manusia, tetapi juga pada burung dan kucing. Keracunan merkuri akan menimbulkan kelainan kerja syaraf, kesulitan menelan, buta, tuli, lumpuh, kelainan fungsi ginjal, cacat lahir dan bahkan membawa kematian
Unduh untuk perangkat lain: