“Tuhan yang Kugugat dan Hidup yang Kupertanyakan” bukan buku petuah. Ia tidak hadir untuk menasihati, apalagi memintamu bangkit hari ini juga. Buku ini lahir dari sisi gelap yang jarang dijamah kata, tempat luka tidak bersuara, dan jiwa mencari makna dalam senyap. Penulisnya tidak hidup demi mie ayam di sore hari atau liburan ke tempat ramai. Ia hanya bertahan karena sejumput iman yang menetap di dada—iman yang datang ketika segalanya menghilang. Buku ini adalah teman sejalan. Ia tidak memaksa kamu untuk berhenti menangis, tidak menyuruhmu bersyukur saat dada masih sesak. Ia hanya ingin duduk di sebelahmu—dalam gelap, dalam hening, dalam kecewa—dan berkata, “Aku tahu rasanya.” Dari tanah luka yang tak terlihat, tumbuhlah kata-kata ini sebagai akar dari keberanian. Pelan-pelan, buku ini ingin mengajakmu percaya bahwa bahkan dari kesakitan, sesuatu bisa tumbuh. Untuk kamu yang merasa lelah, yang pernah ingin pergi sebelum dipanggil, atau yang sekadar ingin didengar tanpa dihakimi—buku ini adalah pelukan kecil yang tak menuntut apa-apa.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.