Ara menoleh. Matanya melebar. “Ra … dit?” Radit tersenyum. "Masih ingat aku?" “Radit ... astaga. Ini beneran kamu?” Arka langsung melihat pria asing itu dan bertanya, “Om siapa?” Radit setengah jongkok, tersenyum ke Arka. “Om Radit. Teman mama kamu … dulu banget.” Sejak hari itu, Radit mulai hadir kembali dalam hidup Ara—pelan namun penuh kehangatan. Ia datang ke klinik saat Ara selesai bekerja, mengantarnya pulang. Kadang membacakan buku cerita untuk Arka agar bisa berlama-lama di rumah Ara. Mampukah Radit menggapai cinta yang pernah dilepasnya begitu saja? Pastikan Anda mengoleksi buku ini, karena saya yakin Anda pasti akan jatuh cinta.
Unduh untuk perangkat lain: