Insidensi infeksi fungal saat ini meningkat signifikan dan menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas (Nucci & Marr, 2005). Sekitar 55 % perempuan minimal pernah mengalami sekali episode VVC selama hidupnya (Foxman et al., 2013). Di Amerika Serikat, setidaknya 13 juta kasus VVC timbul tiap tahunnya dan menyumbang sekitar 10 juta kunjungan ke klinik ginekologis (Ehrstrom, 2007). Di Indonesia, prevalensi VVC secara umum berkisar 70% (Jazan, 2003). Berdasarkan data dari Pusat Penelitian Penyakit Menular Depkes RI, etiologi terbanyak dari vulvovaginitis di Jakarta adalah kandidiasis, yakni sebesar 52,8%. Penelitian ini juga melaporkan bahwa mayoritas penyebab vulvovaginitis pada ibu hamil dan akseptor AKDR adalah kandidiasis, yakni sebesar 54,6% dan 53,3%. (Supit, 2007).
Unduh untuk perangkat lain: