Surakarta merupakan kota penting di Indonesia dalam pelestarian seni dan budaya karena memiliki warisan budaya berupa keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran. Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan kebudayaan dan tradisi seni Jawa. Beberapa peninggalan kebudayaan dan tradisi seni jawa kuna antara lain berupa serat, babad, pusaka, gamelan, gendhing, serta berbagai arsitektur bangunan keraton. Keraton juga mempunyai kontribusi dalam bidang seni tari, yaitu tari bedhaya Ketawang yang merupakan tari puteri yang hidup dan berkembang di istana dalam kekuasaan Dinasti Mataram antara abad ke 18 dan pertengahan abad ke 20. Tari bedhaya Ketawang merupakan satu tarian khusus yang dianggap sakral sebagai lambang kebesaran raja. Tari Bedhaya Ketawang adalah tarian tradisional keraton yang sarat makna dan erat hubungannya dengan upacara adat, sakral, religi, dan percintaan raja dengan Kanjeng Ratu Kidul. Tari ini juga menjadi salah satu pusaka warisan leluhur yang dimiliki raja dan merupakan konsep legitimasi raja. Gerakan dalam tarian ini mengandung makna falsafah yang tinggi, sehingga masih berjalan sesuai dengan pakem.
Unduh untuk perangkat lain: