Mendudukkan ontologi rahmat dalam dialektika wahyu dan eealitas interdisipliner merupakan manifestasi Islam sebagai Rahmatan lil ‘Al amin merupakan sebuah imperatif teologis yang seringkali mengalami reduksi makna dalam diskursus kontemporer. Di satu sisi, ia kerap digu nakan sebagai retorika politis yang dangkal, dan di sisi lain, ia terkadang dipahami secara sempit hanya dalam koridor ritualistik. Hadirnya buku bertaju"Islam Rahmatan Lil Alamin: Pendekatan Al-Qur''''an, Hadits, Fiqh dan Islam Interdisipliner" ini merupakan sebuah upaya intelektual yang monumental untuk mengembalikan diskursus tersebut ke dalam diskusi akademik yang tepat sasaran, metodis, dan integratif.
Unduh untuk perangkat lain: