Buku puisi “Budaya Vialaran Timor Cendana” adalah sebuah karya unik yang menginspirasi da mengajak masyarakat dan pembaca untuk melihat luasnya dunia dari perspektif yang berbeda melalui budaya, khusunya budaya Fialaran. Kemudian, hal serupa mengajak pembaca untuk mengetahui apa itu Timor Cendana. Sebuah kata yang dipilih mewakili unsur budaya yang ada, baik dari segi budaya itu sendiri maupun nama sebagai penciri budaya dibelahan pulau Timor. Mengapa kata Fialasan, tampak dalam buku ini didominasi oleh puisi dalam Bahasa Tetun Terik Belu(BTTB), dan itu menunjukan budaya khas yang diangkat dari segi bahasa, yakni Bahasa Tetun. Menulis Puisi dalam BTTB merujuk pada Nama Fialaran. Karena berbicara tentang nilai dan norma, ketika sebut nama fialan, identik utama adalah Nilai dan norma. Oleh karena itu, Penulis mencoba mengangkat berberapa judul puisi serta isi ditulis dalam bahasa daerah. Puisi-puisi dalam buku ini juga untuk mengangkat kembali kata-kata bahasa daerah yang hampir punah, jarang dipakai dalam komunikasi. Sementara, kata-kata yang jarang dipakai hampir dilupkan oleh generasi 2000 an. Sebut saja. Kata Hakawak, hakneter, haktaek, kneter taek dan halamak. sementara kata yang beristilah pun jarang digunakan misalnya, hisikan, kolin, sailuan, ku’u aitahan, silu ai, basatais, dan kolin kre’is. Dari keindahan bahasa dalam buku ini memuat berbagai isu, peristiwa, sosial, budaya serta kepribadian penulis.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.