Memoar ini adalah jejak seorang perempuan yang belajar membaca rahasia hidup dari balik luka. Perpisahan pada pernikahan pertamanya menjadi pintu senyap, sebuah retakan yang justru menuntunnya pada jalan yang tak pernah ia duga: jalan menuju cahaya keimanan, menjadi seorang mualaf. Anak dan cucu hadir sebagai pelita, perjalanan ke Aotearoa membukakan cakrawala, sementara diam-diam cinta lain bersemi di relung dada. Sebuah rahasia yang hanya ia, anaknya, dan Allah yang tahu. Rahasia yang tak pernah meminta kepastian. Dan ketika takdir meluas, Allah menuntunnya pada bab yang tak mudah dipahami: poligami. Ia menjalaninya bukan dengan logika yang selalu tenang, melainkan dengan keyakinan bahwa inilah jalan yang ditetapkan. Cinta kepada Allah yang menaklukkan ombak, hingga ia bisa melihat keindahan yang tersembunyi di dasar samudera poligami. Tubuhnya sejak kecil membawa sakit yang seolah menjadi bayang-bayang setia, mengajarinya bahwa hidup tidak pernah abadi. Dari rapuh itu ia belajar syukur, menjadikan setiap napas sebagai titipan, setiap senyum adalah hadiah. Memoar ini bukan sekadar cerita hidup, melainkan lorong sunyi tempat jiwa berjalan. Dari luka menuju cahaya, dari rahasia menuju pengabdian. Sebuah kesaksian bahwa setiap ujian adalah jejak untuk mendekat kepada Allah Ta
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.