Strategi dalam penanganan stunting menurut KEMENKES ada 3 yaitu Pola makan, pola asuh dan sanitasi. Keluarga merupakan bagian dari pola asuh dalam penanganan stunting dengan support system keluarga dalam sense of control pencegahan stunting. Semakin berdaya suatu keluarga, maka akan semakin baik pula praktik pemberian makan pada balitanya. Stunting merupakan Kondisi dimana tinggi badan seseorang lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang lain pada usia yang sama. Balita dikatakan stunting apabila tinggi badan menurut umur bila dibandingkan dengan standar baku WHO, nilai Z-scorenya kurang dari -2SD. Faktor risiko terjadinya stunting terdiri dari factor keluarga dan rumah tangga berupa nutrisi yang kurang pada saat prekonsepsi, kehamilan dan laktasi, tinggi badan ibu yang rendah, infeksi, kehamilan pada usia remaja, kesehatan mental, Intrauterine Growth Retardation (IUGR) dan kelahiran preterm, jarak kelahiran yang pendek dan hipertensi, faktor lingkungan rumah berupa stimulasi dan aktivitas anak yang tidak adekuat, perawatan yang kurang, sanitasi dan pasokan air yang tidak adekuat, akses dan ketersediaan pangan yang kurang, alokasi dalam rumah tangga yang tidak sesuai dan edukasi pengasuh yang rendah, Makanan komplementer yang tidak adekuat , dan dibagi menjadi tiga, yaitu Kualitas makanan yang rendah, Cara pemberian yang tidak adekuat, Keamanan makanan dan minuman, pemberian ASI Eksklusif serta factor infeksi. Penanganan stunting meliputi program Intervensi Gizi Spesifik yang dijalankan memiliki 3 sasaran utama salah satunya adalah ibu pada ibu menyusui dan anak usia 6-23 bulan. Buku Saku OTOF (One Team Students One Family) Dalam Mencegah Stunting merupakan buku yang disusun untuk digunakan sebagai pegangan bagi tim penelitian yang terdiri dari mahasiswa keperawatan, mahasiswa kebidanan dan Gizi dalam memberikan pelatihan kepada ibu balita tentang stunting dan pencegahannya. Mahasiswa akan menajadi 1 tim untuk memberikan Pendidikan kepada keluarga dengan tujuan untuk meningkatkan Pengetahuan dan ketrampilan keluarga dalam mencegah stunting. OTOF (One Team Student One Family) menjadi bentuk intervensi Kesehatan untuk memberdayakan keluarga dengan balita usia 6-23 bulan, dalam memberikan gizi yang tepat untuk balita, sehingga terhindar dari stunting. Peningkatan perilaku gizi keluarga dalam mencegah stunting pada balita memerlukan paket kognisi dan afeksi yang positif, komitmen yang kuat, dukungan dari seluruh anggota keluarga, dan tingkat pemberdayaan tinggi. Hal ini akan dijelaskan secara detail pada buku saku ini.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.