Buku ini adalah jejak sunyi seorang penulis yang percaya bahwa di tengah tajamnya pisau kehidupan, selalu ada ruang untuk bertumbuh. Lewat puisi dan renungan, ia mengajak pembaca menemukan cara merangkai hati yang retak, melepaskan masa lalu yang berat, dan berdamai dengan ketakutan. Menulis dihadirkan sebagai doa paling jujur, dan kata-kata menjadi cahaya yang mampu menyembuhkan luka terdalam. Di baliknya, tersimpan kisah seorang penulis yang tetap memilih tumbuh meski pernah diremehkan, diragukan, bahkan ditertawakan. Dari tanah paling tandus, ia membuktikan bahwa cahaya bisa lahir dari celah tergelap, dan bunga tetap mekar dari retakan terdalam. Buku ini bukan sekadar untuk dibaca, melainkan untuk dirasakan
Unduh untuk perangkat lain: