Perubahan iklim global telah meningkatkan frekuensi dan intensitas cekaman abiotik seperti kekeringan, suhu tinggi, salinitas, tanah masam, dan toksisitas logam berat yang secara signifikan menurunkan produktivitas pertanian. Kondisi ini menuntut pendekatan pemuliaan tanaman yang tidak hanya adaptif, tetapi juga cepat, presisi, dan berkelanjutan. Buku ini disusun untuk menjawab tantangan tersebut melalui pemaparan komprehensif mengenai strategi percepatan pemuliaan tanaman toleran cekaman abiotik, dengan penekanan pada konteks pertanian tropis dan kondisi agroekologi Indonesia. Bab awal mengulas keterkaitan antara perubahan iklim ekstrem, degradasi lingkungan, dan ancaman ketahanan pangan global. Selanjutnya, pembahasan difokuskan pada konsep dasar dan jenis-jenis cekaman abiotik serta respons fisiologis tanaman terhadap kondisi stres, termasuk dampak interaksi genotipe
Unduh untuk perangkat lain: