Di era persaingan industri pertelevisian di Indonesia, para pengelola menyiarkan suatu tayangan yang akan menyedot stasiun tv berlomba-lomba untuk perhatian publik. Hal tersebut dapat menghasilkan rating dan share yang tinggi, dan tentunya berimbas pula kepada banyaknya pemasukan iklan (baca: ekonomi media). Sayang, semangat mencari untung kerap tidak diimbangi dengan penayangan informasi yang bermutu serta bermanfaat bagi khalayak pemirsanya. Itulah kenapa tv sekelas tvOne, KOMPAS TV dan iNewsTV begitu masifnya dalam menayangkan siaran langsung sidang kasus pembunuhan Mirna. Ibarat serial sinetron yang tiada habisnya. Nonstop! Tentunya, relasi kuasa di dalam sebuah institusi media jelas mengambil peranan penting dalam hal ini. Sehingga siaran langsung sidang kasus pembunuhan Mirna tetap berani ditayangkan, walau memakan waktu sampai berjam-jam lamanya dan ber-episode setiap pekannya. Padahal, Koordiantor Bidang Isi Siaran KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), Hardly Stefano telah mengkritisi lamanya durasi waktu penayangan sidang tersebut, "Dengan durasi tayang sepanjang berlangsungnya sidang, apa substansi yang hendak disampaikan?" ujarnya dalam diskusi bertajuk "Persidangan Kopi Bersianida, Turnalisme TV dan Frekuensi Publik", yang menyiarkan suatu tayangan yang akan menyedot stasiun tv berlomba-lomba untuk siding sebanyak 31 kali (sesuai dengan jumlah sidajg terakhir Jessica).
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.