Buku ini menuliskan tentang penggalan dari masa-masa Pram menjalani pengasingan di Pulau Buru, masa pembuangan yang berat, tetapi tak pernah membuatnya surut dari menulis dan surut dari meyakini potensi kemanusiaan tiap-tiap pribadi yang merdeka dan mau mendengarkan suara hati nuraninya. Dari tempat pembuangan di Pulau Buru ini, dengan larangan menulis dan kemudian dibolehkan menulis dengan ketersediaan bahan terbatas, Pram melahirkan empat novel yang kuat, tetralogi, yang dibaca lebih banyak oleh mahasiswa dan remaja Indonesia, lebih daripada karya-karya Pram yang sebelumnya.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.