Satu dari mereka bernama Si Kaki Pincang, yang lain -nya Si Pemurung, dan keduanya kerja sebagai pencuri. Mereka tinggal di pinggiran kota, di perkampungan kumuh yang tumbuh secara aneh sepanjang sebuah ceku ngan, di satu dari gubuk-gubuk bobrok yang di-bangun dari tanah liat dan kayu setengah busuk, yang tampak se perti tumpukan sampah yang dilemparkan ke dalam ce kungan tersebut. Kawanan itu melakukan pen-curian mer e ka di kampung-kampung, karena di kota terlalu sulit untuk mencuri, dan di pinggiran kota para tetangga tak memiliki sesuatu apa pun yang berharga untuk diambil.
Unduh untuk perangkat lain: