Malam ini, seperti malam-malam sebelumnya, Alya kembali terperangkap dalam mimpi yang sama. Di dalam mimpi itu, ia berdiri di tengah hujan. Setetes demi setetes air jatuh membasahi kulitnya, tapi anehnya, ia tidak merasa dingin. Di seberang jalan, ada seseorang. Seorang pria berdiri di sana, menatapnya dalam diam. Wajahnya tidak jelas, samar seperti bayangan yang tertutup kabut. Namun ada sesuatu dalam tatapan itu yang membuat hati Alya terasa hangat—dan sekaligus menyakitkan. Siapa dia? Alya ingin mendekat, ingin mengulurkan tangannya. Tapi kakinya terasa berat, seakan ada sesuatu yang menghalanginya.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.