Serpihan-serpihan pilihan menyiksa Libo pada setiap langkah yang paling fantastis. Pilihan berhamburan bagaikan ditiup angin dari timur ke barat. Ia terperosok pada mereka yang membatasi imajinasinya. Bibir mereka penuh kata-kata manis. Perasaannya terkubur histeris dalam tangisan serempak menggema oleh pantulan dinding bukit di kala ia berada di desanya. Menyangsikan semuanya itu, Libo menemukan dirinya di tengah jalan seperti kunang-kunang yang memberikan lampu untuk meniti impian pada dua puluh tahun yang akan datang. Tak pernah sirna, setiap pilihan yang telah dilukiskan di dinding bambu.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.