Orang kampung percaya, setiap rumah punya ingatan yang tak pernah mati hanya sekadar tertidur. Pantas saja udara di sana terasa berat, seperti menyimpan panas yang belum selesai dihela dan menunggu seseorang untuk membangunkannya. Selain misteri rumah bisa itu, di kampungku, burung bukanlah sekadar makhluk bersayap. Mereka disebut penanda atas suatu kejadian. Aku kemudian teringat dengan ucapan ayahku, βBukan kicauan burung yang membawa sial, tetapi telinga manusialah yang tidak tahu caranya mendengar.β Kemudian, kisah-kisah tentang kampungku yang terkutuk mulai kudengar dari Mang Atta dan Mak Wo, orang yang bekerja cukup lama di keluargaku. Aku penasaran sekaligus antusias, apalagi saat bagian di mana mereka menceritakan tentang ayahku dan keluarganya. Semuanya menarik, mengharukan, dan membuatku penasaran. Benarkah kampungku memang kampung terkutuk? Apa sebenarnya kisah di baliknya? Bisakah aku menemukannya?
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.