Kabut turun setiap pagi di atas tanah yang masih menyimpan nyanyian. Di antara akar-akar tua dan batang pohon yang tegak bagai doa, burung-burung pernah menari di udara, dan anak-anak kampung tumbuh dengan suara alam sebagai lagu tidur mereka. Namun waktu perlahan mengubah ritme itu. Mesin datang membawa janji pembangunan, menggeser irama gendang bambu dengan deru logam, menukar harum tanah basah dengan asap dan debu. Yonas, pemuda dari lembah yang masih percaya hutan bisa bicara, menyaksikan satu per satu pohon jatuh, bukan hanya batangnya, tapi juga sejarah, doa, dan nama-nama leluhur yang tertulis di udara.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.