Buku ini menjadi representasi penting dari lahirnya generasi intelek tual muda yang tidak hanya menguasai tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga mampu menjembatani kajian klasik dengan pendekatan akademik kontemporer. Penulis, Muhammad Agung Laksono Shobirin, menampil kan perjalanan intelektual yang tumbuh dari akar tradisi pesantren hingga pergumulan akademik modern. Integrasi antara turats, metodologi tafsir pesantren, serta perspektif inklusivitas yang ia gali dalam kajian tafsir menunjukkan bahwa keberagamaan yang terbuka dan toleran bukan hanya kebutuhan akademik, melainkan keharusan sosial di tengah masyarakat multikultural.
### Tafsir Inklusif Kiai Sholeh Bahruddin Buku ini merupakan hasil pemikiran mendalam Muhammad Agung Laksono Shobirin tentang tafsir syafahi dalam tradisi pesantren, yang melibatkan banyak inspirasi dari keluarga besar Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan, asatidz, dan santri. Penulis menunjukkan bagaimana tafsir syafahi, yang menggabungkan dimensi spiritual, kultural, dan edukatif, dapat menjadi alat transformasi nilai Qurβani ke dalam tindakan sosial yang inklusif, moderat, dan berkeadaban. Buku ini bukan hanya deskriptif, tetapi juga reflektif dan progresif, menekankan pentingnya nilai-nilai kasih sayang, persaudaraan, keadilan, dan saling mengenal dalam konteks modern. Dengan pendekatan ini, penulis berharap dapat membantu membangun jembatan dialog antara tradisi pesantren dan kajian akademik kontemporer, serta kontribusi penting dalam mendukung pendidikan Islam yang inklusif dan moderat. Semoga buku ini dapat menjadi sumbangan kecil dalam menguatkan nilai-nilai Islam yang inklusif, moderat, dan berkeadaban, sebagaimana diajarkan dan diteladankan oleh Kiai Sholeh Bahruddin.
Unduh untuk perangkat lain: