Di Bawah Lentera Merah: Riwayat Sarekat Islam Semarang (1917–1920) merupakan kajian sejarah yang menelusuri dinamika Sarekat Islam di Semarang pada periode 1917–1920, sebuah fase penting dalam perkembangan gerakan sosial-politik di Hindia Belanda. Rentang waktu ini menandai menguatnya radikalisasi pemikiran dan pergeseran orientasi politik di tubuh Sarekat Islam, khususnya di wilayah Semarang yang dikenal sebagai salah satu pusat pergerakan buruh dan aktivisme kiri. Buku ini memaparkan bagaimana Sarekat Islam Semarang berkembang dalam konteks sosial-ekonomi perkotaan, hubungan industrial, serta pengaruh ideologi sosialisme dan komunisme yang mulai masuk ke dalam wacana pergerakan. Interaksi antara tokoh-tokoh Sarekat Islam, organisasi buruh, dan jaringan pergerakan kiri menjadi bagian penting dalam menjelaskan munculnya garis politik yang berbeda dengan pimpinan pusat Sarekat Islam. Dalam konteks ini, Semarang tampil sebagai ruang eksperimen ideologis dan organisatoris dalam sejarah pergerakan nasional. Selain merekam dinamika internal organisasi, buku ini juga menyoroti respons pemerintah kolonial terhadap aktivitas Sarekat Islam Semarang, termasuk pengawasan, pembatasan, dan represi politik. Dengan pendekatan sejarah kritis, Di Bawah Lentera Merah memberikan gambaran kontekstual mengenai posisi Sarekat Islam Semarang dalam persimpangan antara nasionalisme, Islam, dan gerakan kiri pada awal abad ke-20, serta kontribusinya dalam membentuk lanskap awal politik modern di Indonesia.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.