Pemanfaatan fungsi lahan di wilayah terbatas, jarak antar bangunan menjadi lebih sempit. Selain itu faktor bentuk dan perbedaan tinggi bangunan mengharuskan pemanfaatan jarak batasan atau dilatasi. Hal tersebut tidak lain untuk memberikan distribusi respon pergerakan bangunan yang memadai. Seperti diketahui pengaruh gaya gempa di Indonesia menyebabkan berbagai kerusakan yang diikuti oleh korban jiwa. Semakin baik konfigurasi bangunan, semakin baik pula respon ketahanan gempa yang diberikan. Karena permasalahan keteraturan bangunan (regular) dan ketidakteraturan (irregular) bangunan baik secara horizontal maupun vertikal atau bahkan keduanya akan menentukan level occupancy sesuai dengan standar acuan yang aman.
Unduh untuk perangkat lain: