Manusia merupakan makhluk unik bila dibandingkan dengan mahluk yang lainnya. Keunikan manusia disebabkan banyak faktor. Salah satu faktor tersebut adalah secara biologis manusia memiliki sistem biologis yang sempurna, tak hayal al-Quran menyebutnya dengan sebutan Ahsan al-Taqwim (paling sempurnanya ciptaan).1 Dalam beberapa tafsir dikatakan bahwa, manusia dilengkapi dengan akal budi (hati), sehingga terdapat kurva naik turun dalam prilakunya dan terkadang menyebabkan mereka disebut dengan Asfala Safiliin, jika berbuat keburukan. Hal inilah yang membedahkan antara manusia dengan ciptaan lainnya. Belum lagi pandangan kaum sosiolog, manusia disebut dengan makhluk sosial, Zoon Polition. Dalam istilah agama Islam disebut dengan Hablun Min al-Nas. Menariknya, Islam membaginya lagi dengan istilah Hablun Min Allah. Begitu pula para filosof menyebut manusia dengan istilah Hayawan al-Natiqun (makhluq yang bisa berfikir), dengan akalnya, manusia berbeda dengan makhluq lainnya. Manusia juga sering disebut al- Ins atau al-Insan. Kata al-Ins dan al-Insan dalam pengertian bahasa merupakan lawan dari “binatang liar”. Dalam al-Quran, sekalipun mempunyai akar kata yang sama, kedua kata tersebut mempunyai pengertian dan keistimewaan yang berbeda pula. Bintu Syati (pakar Tafsir dan dosen pada Universitas Qurawiyyin di Maroko) mengatakan bahwa Jin tidak harus dipahami sebagai bayangan yang menakutkan di kegelapan malam, walaupun lafal al-Jinn itu pada dasarnya berarti al-Khafa’ (tersembunyi), yaitu mahluk yang hidup di luar alam yang kita lihat, di balik alam yang dihuni manusia, dan tidak tunduk pada hukum alam kehidupan manusia.Al-Insan dalam pengertian ini didapati pada 65 tempat dalam al-Qur’an. penjelasan tersebut menunjukkan keistimewaan dan ciri-ciri manusia dalam pengertian al-Insan. Dalam ayat pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW, yaitu surah al-‘Alaq, terdapat tiga kali penyebutan al-Insan, yaitu, Pertama, yang menceritakan bahwa manusia itu diciptakan dari ‘Alaq (segumpal darah). Kedua, manusia dikatakan memiliki keistimewaan, yaitu ilmu. Ketiga, Allah SWT menggambarkan bahwa manusia dengan segala keistimewaannya telah melampui batas karena telah merasa puas dengan apa yang ia punyai.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.