Hukum modern saat ini tampaknya terperangkap dalam keterasingan yang multidimensi. Dominasi Positivisme seringkali menjadikan hukum layaknya tumpukan batu-bata mati: keras, kaku, dan tak bernyawa. Idealisme kerap memosisikan hukum sebagai nilai-nilai langit yang luhur namun berjarak dari bumi kenyataan, sementara Realisme yang terlalu terpaku pada fakta sosial menjadi kehilangan orientasi transendentalnya. Teori Syajaristik hadir untuk menempatkan norma hukum (yang disebut norma hukum noetik) sebagai organisme yang hidup dan utuh. Ia harus memiliki akar yang kuat menghunjam pada keyakinan transendental —menjawab kekosongan Realisme. Ia harus memiliki batang dan struktur yang kokoh—menjawab ketidakpastian Idealisme. Dan yang terpenting, ia harus memiliki cabang yang menjulang ke langit serta berbuah kemanfaatan di setiap musim—menjawab kekeringan Positivisme.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.