Dalam hamparan tanah harapan, “Tumbuh di Langit yang Sama” adalah perayaan dan refleksi akan ikatan perempuan, lingkungan dan budaya. Sebuah kebanggaan untuk tumbuh bersama dalam satu atap takdir. Barisan kata pelik antologi ini mengusung dimensi Ekofeminisme dan Kelokalan di wilayah Karst. Puisi ini menyuarakan bisik-bisik perempuan. Ketika mereka lantang dalam sekejap akan menguar dan hilang tak terdengar. Dibumbui isu-isu lingkungan kemudian matang siap dilahap keresahan. Antologi ini adalah besi tajam yang menancap di akar bumi Handayani. Dengan bahasa abstrak “Tumbuh di Langit yang Sama” hadir sebagai undangan bagi perempuan dan alam untuk menyeduh garis masa depan.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.