Menurut penulis upaya untuk mengikis egoisme primordial dan sentimensentimen etnik dapat dilakukan dengan mensosialisasikan gerakan politik kemanusian dan pendekatan pendidikan multikultural kepada generasi muda. Model pendidikan ini menekankan perhatian pada upaya pengembangan wawasan dan sikap masyarakat pada hubungan antar etnik maupun agama, sehingga mereka dapat memahami dan menghormati arti perbedaan dan keanekaragaman. Oleh karena itu penulis menuliskan kembali potret konflik di Kalimantan Barat dalam perspektif pemulihan pasca konflik yang belum diupayakan maksimal dilihat dari aspek dampak dan akibatnya. Buku ini ditulis dari rangkuman dan catatan lapangan bersama tim Komnas Perempuan dengan harapan dapat menjadi bahan rujukan mahasiswa dan masyarakat Indonesia terkait upaya rekonsiliasi dan pemulihan pasca konflik di Kalimantan Barat dan bukan untuk menggarami luka lama.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.