Ketika takdir merenggut separuh jiwanya, seorang ayah berdiri di tepi jurang kehidupan; sendiri, rapuh, namun tak hancur. Meninggalkan istrinya untuk selamanya, meninggalkan luka yang tak bisa dijahit oleh waktu. Namun di tengah kepedihan itu, hadir sepasang mata kecil menatapnya penuh harapan. Alif, putra semata wayangnya, kini menjadi alasan utama untuk tetap berdiri dan bertahan.
Unduh untuk perangkat lain: