"Maling nasi kotak! Tangkap!" Terdengar suara derap kaki berlari ke arah sebelah kanan. Fandi mengikutinya. Dia mengikuti arus orang-orang yang berlari. Di depan Paspor, dia bertabrakan dengan Adin yang sedang terengah-engah. "Anaknya kurus, setinggi kamu, Ndi! Larinya cepat sekali! Ke arah sini!" Adin menunjuk ke sebelah kanan, Fandi melihat orang-orang yang berlari itu berpencar. Jadi, pencurinya bukan orang dewasa? pikir Fandi. Semenjak lumpur Lapindo meluap, keluarga Fandi dan warga lain tinggal di bangunan yang direncanakan untuk Pasar Porong. Di sana, mereka harus berbagi segalanya. Untuk makan, mereka hanya mengandalkan nasi kotak sumbangan. Namun, nasi kotak jatah keluarga Fandi sore itu dicuri seseorang. Akibatnya, Fandi tidak makan dan Mbak Retno pun kabur dari rumah. Siapa yang mencuri nasi itu? Apa tindakan Fandi ketika tahu bahwa si pencuri adalah temannya sendiri? Yuk, kita baca kisah Fandi dan Pasukan Paspor dalam buku ini!
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.