Buku ini menghadirkan perspektif baru dalam pembelajaran matematika dengan mengaitkan konsep rasio-skala, proporsi, dan laju perubahan-dengan kearifan lokal masyarakat di Singosari, Poncokusumo, dan Turen. Matematika tidak lagi dipandang sekedar kumpulan rumus abstrak, melainkan sebagai ilmu yang hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kerajinan tangan, arsitektur tradisional, hingga praktik ekonomi lokal. Melalui pendekatan etnomatematika, penulis menunjukkan bahwa budaya dan matematika dapat saling melengkapi. Tradisi anyaman bambu di Turen, upacara adat masyarakat Tengger di Poncokusummo, serta peninggalan sejarah di Singosari menjadi contoh nyata bagaimana nilai budaya dapat digunakan untuk memahami konsep perbandingan, pengukuran, dan perubahan. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar berhitung, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai budaya yang memperkaya identita mereka.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.