Saya tidak ingin jadi beban siapa pun. Biarlah tanganku yang berpeluh, biarlah langkahku yang tertatih… asalkan kelak, bila Allah izinkan ia menjadi pendampingku, Fatimah bisa merasakan manisnya kebahagiaan dari jerih payahku sendiri. “Kyai, apakah engkau yakin menyerahkan putrimu pada Triman? Dia bukan dari keluarga terpandang, hartanya pun belum seberapa. Apa tidak lebih baik menerima lamaran dari keluarga yang lebih mapan?” Suara itu mengguncang, namun tidak mampu mematahkan keyakinan. Sebab Triman percaya, cinta yang dibalut doa dan kesabaran akan menemukan jalannya sendiri. Ia ingin membahagiakan Fatimah dengan cara yang halal dan penuh keberkahan. Cintanya pada Fatimah adalah cinta yang terjaga tak pernah ternodai, meski badai fitnah datang menghantam. Hingga akhirnya ia mendapat amanah besar: mengelola pesantren sang kyai. Dari sinilah ujian sejati dimulai, ketika cinta, iman, dan harga diri dipertaruhkan. “Benang Merah” adalah kisah tentang santri yang memilih istiqomah, meski dunia mencoba meruntuhkannya. Sebuah perjalanan iman, cinta, dan amanah yang penuh cobaan, namun selalu dituntun oleh cahaya.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.