Kiai Kongsi: Agama, Ekonomi, dan Kehidupan Sosial Pekerja Migran Madura di Malaysia

Pendidikan
Kiai Kongsi: Agama, Ekonomi, dan Kehidupan Sosial Pekerja Migran Madura di Malaysia

1 MB
ebook
2 Dilihat
Penerbit
ISBN
978-623-139-067-7
eISBN
proses
Wishlist
Bagikan

Sinopsis

Orang Madura senantiasa menjaga nilai-nilai sakral keagamaan mereka, karena tiga unsur utama budaya santri, yaitu pesantren, NU, dan kiai, memiliki pengaruh besar pada masyarakat, baik dalam wilayah keagamaan maupun keduniawian. Selain itu, tiga unsur utama budaya santri tersebut membentuk jaringan keagamaan (religious networks) di Madura yang dikendalikan oleh para kiai. Akibatnya, para kiai menjadi penghubung antara ketiga unsur budaya santri tersebut. Akhmad Siddiq dalam buku ini berhasil memotret jaringan keagamaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Madura di Malaysia. Walaupun minus unsur NU dan pesantren, tetapi kehadiran para kiai dan mahasiswa asal Madura yang menggantikan peran kiai—yang di buku ini disebut kiai kongsi karena aktivitas mereka di kongsi atau tempat penampungan para pekerja—jelas membuktikan bahwa jaringan keagamaan Madura di Malaysia berkembang dan memiliki beragam fenomena sendiri, yang memiliki persamaan sekaligus juga perbedaan dengan apa yang terjadi di kampung halaman para pekerja. -- Yanwar Pribadi, Guru Besar Antropologi Agama Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) & UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Buku ini mencatat ketangguhan, ketekunan, kemampuan beradaptasi, dan solidaritas komunal orang-orang Madura. Mereka punya ikatan men-dalam yang tak terputus dengan budaya dan tradisi mereka. Anda bisa membawa seseorang keluar dari Madura, tetapi Anda tidak bisa membawa Madura keluar dari diri mereka! -- Azmil Tayeb, dosen Universiti Sains Malaysia Kunjungan seorang kiai lokal ke kongsi-kongsi perkampungan buruh migran Madura di Malaysia telah menandai naiknya peran sang kiai ke level supralokal. Di sana ia tidak saja berdakwah, tetapi juga memimpin kegiatan keagamaan dan bahkan mengumpulkan donasi untuk pesan-trennya di Madura. Itulah yang disebut “kiai kongsi” dalam buku ini. -- K.H. Muhammad Shalahuddin, pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep

Tags:
Keyword:

Untuk membaca, silahkan unduh aplikasi di bawah ini:

Unduh untuk perangkat lain:

playstore windows appstore macos

Orang Lain Juga Membaca Buku Ini

Buku Lainnya dari Akhmad Siddiq

Selengkapnya

Buku Lainnya dari Penerbit Cantrik Pustaka

Selengkapnya

Buku Lainnya dari Kategori Pendidikan

Selengkapnya

Buku Lainnya dari Sub Kategori Pendidikan

Selengkapnya

Buku Terbaru

Buku Terpopuler

Selengkapnya
Kiai Kongsi: Agama, Ekonomi, dan Kehidupan Sosial Pekerja Migran Madura di Malaysia

Kiai Kongsi: Agama, Ekonomi, dan Kehidupan Sosial Pekerja Migran Madura di Malaysia

Akhmad Siddiq

Preview
Hubungi Kami
cara-membaca-buku