Cinta yang Tak Pernah Padam bukan sekadar buku puisi tentang sepak bola, tetapi do''''a, kenangan, dan kesetiaan yang ditulis dengan hati untuk PSIS Semarang. Dari lapangan sederhana di Citarum tahun 1932 hingga sorak tribun Jatidiri hari ini, buku ini menuturkan perjalanan panjang PSIS-tentang perjuangan, kejayaan, keterpurukan, dan kebangkitan. PSIS dalam buku ini bukan hanya klub, tetapi rumah, identitas, dan napas Kota Semarang. Menang disyukuri, kalah dicintai, karena biru bukan soal hasil-melainkan kesetiaan. Semoga biru tetap menyala. Semoga sejarah tetap terjaga. Semoga masa depan PSIS Semarang semakin bersinar.
Unduh untuk perangkat lain: