Distorsi informasi pada supply chain adalah salah satu sumber kendala dalam menciptakan supply chain yang efisien. Sering kali, informasi tentang permintaan konsumen terhadap suatu produk relatif stabil dari waktu ke waktu, namun order dari toko ke penyalur dan dari penyalur ke pabrik jauh lebih fluktuatif dibandingkan dengan pola permintaan dari konsumen. Dengan kata lain, permintaan yang sebenarnya relatif stabil di tingkat pelanggan akhir berubah menjadi fluktuatif di bagian hulu supply chain dan semakin ke hulu peningkatan tersebut semakin besar. Fenomena ini dinamakan dengan bullwhip effect. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya bullwhip effect, di identifikasikan 4 penyebab utama dari bullwhip effect, yaitu pembaharuan ramalan permintaan (demands forecast updating), order batching, fluktuasi harga, dan rationing & shortage gaming (Lee, Padmanabhan, & Whang, 1997)