Manusia memiliki porsi kewarasan tersendiri, gagasan yang dijemput melalui sebuah proses akan menjadi gambaran kepribadian yang matang, bahan bacaan yang selalu mengarahkan serta lingkungan yang memaksa terjun dalam sebuah keadaan untuk berpikir keras, buku ini bercerita tentang bagaimana kita menyikapi persoalan hidup dengan logika yang masuk akal. Selain ilmu pengetahuan yang menjadi referensi bahan pengajaran. masing-masing kita selayaknya menemukan diri kita dalam pandangan orang lain, dalam artian evaluasi diri namun tetan berakhir diruang berpikir kebenaran pribadi dan referensi ilmu pengetahuan yang memperkuatnya. Selain itu buku ini juga bercerita tentang sedikit filsafat hidup yang berkaitan dengan materialisme, logika serta dialektika, sebuah gagasan terbentuk berdasarkan sudut pandang yang mungkin menerima penolakan untuk beberapa kelompok namun tak sedikit juga orang yang merasa tertarik menjadikannya sebuah panutan, sebagai gambaran awal bahwa ruang pemahaman kebenaran hanyalah prihal kesepakatan yang diatur melalui kebiasaan. Berpikir merdeka adalah hak bagi setiap manusia yang bernyawa, mencerna keadaan sebelum diputuskan pilihan dalam bertindak, problema kehidupan yang terkadang berada dalam ruang kendali satu orang namun mampu membuat kekacauan ataupun menjadi solusi atas kekacauan tersebut Dibuku ini juga tertulis bahasa kritik lingkungan, sosial dan sejarah yang mungkin tidak seutuhnya disampaikan di bangku pembelajaran, sehingga semua keputusan bahan ajar mematikan daya dialektika bagi yang mempelajarinya.