Kisah di atas bukanlah cerita tunggal. Ia adalah potret ribuan guru di Indonesia yang setiap hari harus berjibaku dengan ketidakpastian: kurikulum yang berganti, teknologi yang semakin cepat, birokrasi yang kaku, bahkan status kepegawaian yang tak jelas. Di tengah pusaran VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), guru sering kali harus menelan rasa cemas, takut gagal, dan khawatir tertinggal. Buku ini lahir dari keprihatinan itu. Saya percaya bahwa guru pun manusia: ia bisa gelisah, ia bisa goyah, bahkan bisa merasa tidak mampu. Namun saya juga percaya bahwa kecemasan bukan akhir dari segalanya. Justru, dengan memahami psikologi anxiety, dengan strategi manajemen yang tepat, serta dengan dukungan kebijakan yang berpihak, guru bisa menjadikan kecemasan sebagai bahan bakar untuk resilience dan well-being.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.