Buku Mencipta Tanpa Pencipta lahir dari keprihatinan sekaligus harapan: bahwa di tengah dunia yang semakin digital, tubuh manusia dan spiritualitas inkarnatif tidak boleh kehilangan tempatnya. Kebaruan buku ini terletak pada pendekatannya yang menyatukan kritik budaya digital, ulasan teologis, dan narasi reflektif lintas generasi. Keunggulan utama buku ini adalah kemampuannya menjembatani antara wacana akademik dan praktik pastoral. Ia tidak hanya menawarkan teori, tetapi juga menyuguhkan refleksi naratif, liturgi tubuh, dan ditutup oleh doa yang bergerak, sebagai respons terhadap research gap dalam literatur teologi digital yang sering mengabaikan tubuh sebagai ruang ibadah dan relasi generatif.