Setengah Isi Setengah Kosong: Setengahnya Dibaca Setengahnya Jangan adalah kumpulan puisi yang hidup di antara ruang-ruang ketidakpastian—antara isi dan kosong, antara bunyi dan hening, antara yang sudah ditulis dan yang belum ditemukan. Buku ini bukan sekadar kumpulan kata, melainkan lembaran-lembaran yang menawarkan ruang bagi pembaca untuk ikut mengisi atau justru membiarkannya tetap kosong. Ditulis dari kehampaan, lahir dari kekosongan, dan dibiarkan tumbuh oleh siapa pun yang membacanya, puisi-puisi di dalamnya bukan untuk dimengerti seluruhnya. Sebab bila semuanya penuh, maka tak ada ruang untuk merenung. Namun, bila semuanya kosong, maka tak ada arah untuk pulang. Buku ini akan tetap setengah isi setengah kosong—dan akan tetap begitu jika kita tak mengenali bagian yang belum terisi dalam diri sendiri. Membaca buku ini adalah seperti bercermin: apakah kau sedang setengah kosong atau setengah isi? Atau justru dua-duanya? Setengah Isi Setengah Kosong: Setengahnya Dibaca Setengahnya Jangan adalah teman sunyi yang jujur—dan diam-diam mengisi kekosonganmu, atau setidaknya menegaskan bahwa kekosongan itu juga ada maknanya.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.