Di tengah pusaran perubahan yang ditandai oleh era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dan Society 5.0, pendidik ditantang untuk tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga menjaga nilai-nilai luhur kemanusiaan. Teknologi boleh canggih, namun tanpanya jiwa, pendidikan akan menjadi ladang produksi yang kehilangan nurani. Inilah yang menjadi panggilan Marhaenisme Pendidik: menjadikan guru sebagai subjek transformatif yang menghidupkan harapan rakyat kecil melalui kelas-kelas pembelajaran yang membebaskan. Buku ini tidak hanya berbicara tentang filosofi, tetapi juga tentang aksi. Ia tidak semata menjadi refleksi pemikiran, tetapi juga mengusulkan strategi dan solusi: bagaimana menyusun kurikulum berbasis pembebasan, bagaimana mengajar dengan pendekatan dialogis, bagaimana memimpin sekolah dengan hati nurani, dan bagaimana memperkuat gerakan guru sebagai kekuatan kolektif yang mengguncang status quo.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.