Belakangan ini jumlah murid-murid Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, berkurang drastis. Kondisi yang tak lazim ini tentu mengundang tanda tanya. Selidik punya selidik ternyata para orang tua murid melarang anak mereka pergi ke TPA tersebut. Soalnya di sekolah itu, ada seorang guru laki-laki yang berperilaku tak senonoh: sering meraba-raba (maaf) pantat dan payudara murid perempuan. Di antara orang tua murid, ada yang kemudian melaporkan tindakan asusila si guru. "Pak guru sering berbuat begitu kepada anak-anak perempuan," kata seorang ibu yang memiliki anak berusia 9 tahun dan salah satu korban. Gara-gara laporan itu, para guru sekolah tersebut memanggil si guru tak senonoh. Dituduh begitu, si guru tentu tak mengaku. Tapi para guru berpendapat bahwa ocehan bocah tak mungkin bohong. Peristiwa di Pondok Labu itu hanya salah satu dari sekian kasus pelecehan seksual pada anak di bawah umur yang banyak terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Kasus yang sama juga pernah terjadi di Cibinong, Jawa Barat. Seorang guru di sekolah dasar dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang murid perempuan kelas II. Kalau Anda ingin mengetahui kasus-kasus sejenis, silakan setel tayangan berita kriminal. Sejumlah stasiun televisi beberapa kali menayangkan kasus pelecehan seksual pada anak yang dilakukan orang-orang dewasa. Kasus Pondok Labu dan Cibinong menunjukkan bahwa pelecehan seksual bisa terjadi di mana saja, oleh siapa saja, termasuk seorang guru agama di sebuah sekolah agama. Koleksi Tempo Publishing
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.