Gelegar petir terus terdengar di rumah Elisabeth Lenahuki di Kelurahan Waiwerang, Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Ahad pukul satu dinihari, 4 April lalu. Penuh kecemasan di tengah hujan, perempuan 61 tahun itu berulang kali melongok ke luar jendela, memperhatikan aliran air di luar rumah. Tiba-tiba saja banjir setinggi lutut mengepung rumah. Listrik padam seketika. Seiring dengan air merendam rumah dalam waktu cepat, Elisabeth berteriak-teriak membangunkan suaminya yang tertidur. Keduanya berlari ke belakang rumah, tapi air sudah terlalu tinggi. Buru-buru mereka naik ke loteng rumah.