Sebagai sebuah disiplin ilmu, pemasaran (marketing) sedang dalam proses transisi, dari sebuah seni yang dipraktikkan, menjadi sebuah profesi dengan landasan teori yang kuat. Dengan melakukan hal ini, mereka mengikuti dengan cermat preseden yang ditetapkan oleh profesi-profesi seperti kedokteran, arsitektur, dan teknik, yang semuanya juga telah dipraktikkan selama ribuan tahun dan telah mengumpulkan banyak informasi deskriptif mengenai seni yang mencatat dan memajukan evolusinya. Namun, pada titik tertentu, kemajuan yang berkelanjutan memerlukan transisi dari deskripsi ke analisis, seperti yang dimulai oleh penemuan sirkulasi darah oleh Harvey. Jika marketing ingin mengembangkannya, maka marketing juga harus melakukan transisi dari seni ke ilmu terapan dan mengembangkan landasan teori yang kuat, yang penguasaannya harus menjadi kualifikasi penting untuk praktik (Baker, 2003:3).