Namaku Amira. Hari ini kuputuskan untuk mati. Hidup yang kujalani terlalu gelap dan menyesakkan, sebab lelaki yang seharusnya menjadi imam dalam pernikahan terus saja menimpakan kepedihan dan bencana. Namaku Amira. Seorang lelaki dengan wajah bersih datang menembus sunyi. Sigap ia menarikku dari rasa putus asa yang siap menelan jiwa. Mengajakku menulis ulang mimpi. Menuntunku menghadap Ka’bah, menapaki Shafa-Marwah, dan melantunkan shalawat di antara Raudhah dan payung-payung besar Masjid Nabawi.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.