“Masuk sastra Indonesia? Mau jadi apa? Pujangga?” Begitulah tanggapan beberapa orang tentang jurusan Sastra Indonesia. Bukankah sejak kecil kita sudah jago berbahasa Indonesia? Lantas mengapa kita harus repot-repot mengambil jurusan tersebut saat di bangku kuliah? Novel berjudul Jangan Lupa Jatuh Cinta akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Novel ini akan mengisahkan empat tokoh utama Diandra, Adiba, Tapa, dan Lendra yang mengalir penuh kejujuran. Melalui dinamika mereka di kampus, bengkel sastra, dan kehidupan sehari-hari, pembaca diajak memahami betapa kaya dan pentingnya peran Sastra Indonesia dalam pembentukan karakter. Novel ini juga akan membantah stigma yang sering melekat pada mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, bahwa mereka “tidak bisa menjadi siapa-siapa”. Sebaliknya, novel ini akan menegaskan, mereka adalah penjaga bahasa, pembangun imajinasi, dan barangkali pencipta sejarah.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.