Dalam setiap zaman, selalu ada suara yang menolak dibungkam. Suara yang, alih-alih menyatu dalam kebisingan wacana populer, justru memekik lirih dari balik celah: mengkritik, menggugat, dan memeluk paradoks. Interludium Kapibara adalah salah satu suara itu—sebuah kumpulan esai yang tidak hanya menyuarakan keresahan intelektual, tetapi juga menawarkan pembacaan segar terhadap lanskap budaya, pendidikan, spiritualitas, hingga krisis makna di era digital ini. Fileski Walidha Tanjung menulis dengan keberanian yang langka dan ketajaman yang penuh perenungan. Dalam setiap esainya, kita diajak menyusuri jalur-jalur sunyi pemikiran yang tak segan menabrak arus dominan: dari spekulasi masa depan yang dibalut fiksi ilmiah, ketimpangan dunia pendidikan, hingga refleksi filosofis atas agama dan eksistensi manusia. Tak jarang pula, ia menelanjangi absurditas sosial kita dengan gaya naratif yang jujur namun puitis, lugas namun tak kehilangan rasa.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.