Aku bukan menantang yang menciptakanku. Tetapi aku risih dengan orang-orang seperti kalian yang membawa nama Tuhan. Tetapi menghina hamba-Nya yang bisa saja, mencuri karena kelaparan, sakit, atau keadaan buruk lainnya. Bocah itu, yang sekarang sedang duduk termenung di tepi sungai pun kalian fitnah. Mentang-mentang sebatang kara dan tak punya uang, kalian semena-mena. (Cuplikan Cerpen Fitnah) Sebagai seorang kakak, Mei hanya mencoba menjadi kakak yang bertanggung jawab. Menjadi terbaik, jelas saja itu mustahil. Sebab, kesempurnaan tak ada pada manusia. Tuhanlah segala pelengkap. Mei dibesarkan dengan badai disertai gemuruh riuh suara deburan ombak di pantai biru. Ia lahir tanpa seorang ayah, karena tak pulang-pulang sejak matahari terbenam, tepatnya dua belas jam yang lalu. Meranti lirih merintih kesakitan menahan janin yang akan keluar dari perutnya. Ia mencoba bertahan agar Mei dapat lahir dengan selamat meski tanpa Arkan di sampingnya. (Cuplikan Cerpen Desir Sunyi)
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.