Ketika seseorang telah didiagnosa mengalami hipertensi, maka secepat mungkin orang tersebut harus segera melakukan pengendalian terhadap tekanan darah atau hipertensi yang dialaminya. Hal ini dimaksudkan untuk mengontrol agar tekanan darah tetap berada dalam kondisi yang optimal. Ketika hipertensi tidak terkontrol, maka hipertensi dapat memicu terjadinya penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, retinopati (kerusakan retina), penyakit pembuluh darah tepi, gangguan saraf dan beberapa jenis penyakit lainnya yang diakibatkan tidak terkontrolnya tekanan darah. Semakin tinggi tekanan darah, semakin tinggi risiko kerusakan pada jantung dan pembuluh darah pada organ besar seperti otak dan ginjal. Pada sebagian besar pasien hipertensi, strategi pengobatan yang dianjurkan dalam tatalaksana hipertensi adalah dengan menggunakan terapi kombinasi untuk mencapai tekanan darah sesuai target. Bila memungkinkan, pengobatan diberikan dalam bentuk single pill combination (SPC) untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan. Golongan obat hipertensi yang rutin direkomendasikan adalah ACEi, ARBs, beta bloker, Calcium Chanel Blocker (CCB), dan diuretik.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.