Kolonialisme, mitos, legenda, dan sentimen agama membuat negeri pulau ini, yang pernah menjadi tempat pembuangan raja-raja Hindia Belanda, senantias berdarah. Sebuah cermin retak bagi nasionalisme yang salah arah. Dewi Anggraeni, wartawan TEMPO yang belum lama ini berkunjung ke sana menuturkan kisahnya.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.