Drama merupakan kualitas komunikasi, situasi, aksi (segala yang terlihat di pentas) yang menimbulkan perhatian, kehebatan aksi, dan ketegangan kepada para pendengar. Mempelajari drama dapat membantu siswa terampil berbahasa, meningkatkan pengetahuannya, mengembangkan cipta dan karsa, serta dapat menunjang pembentukan watak para siswa. Naskah merupakan hal utama dalam bermain drama karena merupakan panduan bagi para pemeran di atas pentas. Drama memiliki unsur-unsur yang mirip dengan prosa, yaitu ada tema, tokoh, latar, alur, amanat, namun ada dialog yang dominan. Bentuk fisik antara naskah drama dan prosa lainnya jelas berbeda. Naskah drama mempertunjukan secara langsung melalui tokoh-tokoh, sedangkan prosa digambarkan melalui rangkaian narasi. Selain itu, semiotika dapat digunakan dalam mengkaji keseluruhan tanda-tanda secara ilmiah dalam kehidupan manusia, baik tanda verbal maupun nonverbal. Sebagai pengetahuan praktis, pemahaman terhadap tanda-tanda, khususnya yang dialami dalam kehidupan sehari-hari berfungsi untuk meningkatkan kualitas kehidupan melalui pemahaman tentang ilmu tanda (semiotika), sehingga siwa mendapatkan efektifitas dan efesiensi pembelajaran terkait materi drama. Pembelajaran drama di SMA, siswa termotivasi terhadap pembuatan naskah drama dan mementaskannya berdasarkan kelompok. Pada dasarnya drama sangat dekat dengan keseharian siswa. Dalam materi drama, siswa cukup antusias mempelajari pembuatan naskah, karena dalam proses pembuatannya, siswa mampu menuangkan sebuah cerita dari hasil imajinasinya.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.