Energi dalam Nalar Kepulauan adalah sebuah tawaran pemikiran segar tentang energi, lahir dari perenungan mendalam atas pengalaman hidup di wilayah kepulauan. Buku ini tidak hanya mengkritisi pendekatan teknokratik yang menyempitkan energi menjadi sekadar listrik, tetapi juga menggali kekayaan pengetahuan lokal, kearifan budaya, dan lanskap ekologis yang penuh potensi namun kerap terpinggirkan. Disusun dalam sebelas bab yang runtut dan reflektif, buku ini mengajak pembaca menelusuri kembali relasi manusia dengan energi sebagai bagian dari kehidupan, bukan sekadar komoditas atau produk industri. Buku ini membuka cakrawala baru tentang bagaimana seharusnya kita memahami dan membangun sistem energi-berdasarkan konteks, kebutuhan riil, dan relasi sosial budaya masyarakat. Bukan hanya sebuah narasi keprihatinan, buku ini menawarkan visi alternatif yang berakar kuat pada warisan budaya, dengan mata yang awas terhadap peluang masa depan. la menunjukkan bahwa banyak warisan yang kita anggap sebagai peninggalan masa lalu justru menyimpan logika keberlanjutan, efisiensi, dan keterhubungan ekologis yang jauh lebih relevan dengan tantangan hari ini. Dengan gaya bahasa yang mudah diakses namun sarat refleksi kritis, Energi dalam Nalar Kepulauan menyasar pembaca luas-baik masyarakat awam, pegiat energi terbarukan, perancang kebijakan, maupun akademisi-untuk memikirkan ulang cara kita merancang masa depan energi.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.