bus antarkota menuju yogya lagu ebiet yang terputar seperti gerimis di kaca jendela dengan pepopohan sepanjang jalan berlari ke arah masa lalu yang sembunyi di punggungku dalam ransel penuh dengan remah masgyul meski tak seberat buku filsafat di wirobrajan lampu lalu lintas menyala merah tapi aku tak mau turun aku belum sampai ke jantungmu hendak kulupakan kampus dan ruang kelasnya yang kadang berlagak tiran dan tak memberi ruang bagi fantasi musim keremajaan biarlah aku tetap berputar putar di jalan kegelisahan karena demikian lagu dan puisi yang hidup menyanyikan ledakan ledakan dari hari ke hari dan terus memburu keajaiban kata katamu: datanglah, masih ada waktu
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.